Sosial Media
0
News
    Home Daerah Sulsel

    Cuaca Ekstrem Terjang Sulsel

    1 min read

    Cuaca Ekstem

    AMANAH INDONESIA, SULSEL — Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan sejak Rabu malam hingga Kamis pagi (22/1/2026). Dampaknya mulai dirasakan luas oleh masyarakat, mulai dari kerusakan permukiman warga hingga terganggunya aktivitas transportasi laut di wilayah selatan provinsi ini.

    Di Kabupaten Gowa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat sedikitnya 16 rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap. Wilayah dataran rendah dilaporkan menjadi kawasan dengan tingkat kerusakan paling signifikan akibat terjangan angin kencang.

    "Tim kami sudah berada di lapangan untuk melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan logistik darurat. Kebanyakan kerusakan terjadi pada bagian kanopi dan atap seng yang terbang terbawa angin," ujar Kepala BPBD Gowa dalam keterangan resminya hari ini.

    Dampak cuaca ekstrem juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Maros dan Kota Makassar. Sejumlah pohon tumbang menimpa kabel listrik serta kendaraan milik warga. Hingga Kamis siang, petugas kebersihan bersama PLN masih melakukan evakuasi batang pohon dan perbaikan jaringan listrik yang mengalami gangguan.

    Pelayaran Lumpuh di Jalur Selatan

    Gangguan cuaca turut memukul sektor transportasi laut. Angin kencang yang memicu gelombang setinggi 2,5 meter di perairan Laut Flores membuat PT ASDP Indonesia Ferry menunda seluruh jadwal pelayaran rute Pelabuhan Pamatata (Selayar) – Pelabuhan Bira (Bulukumba).

    "Kecepatan angin saat ini mencapai 35 knot. Sangat berisiko bagi kapal feri maupun perahu nelayan. Kami akan membuka kembali pelayaran setelah ada lampu hijau dari BMKG," ungkap pihak otoritas pelabuhan.

    Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar telah mengeluarkan peringatan dini cuaca dengan status “Waspada” yang diperkirakan berlangsung hingga 23 Januari 2026. Wilayah pesisir barat dan selatan Sulsel disebut menjadi area yang paling berpotensi terdampak, meliputi Makassar, Maros, Pangkep, Gowa, Takalar, Jeneponto, hingga Kepulauan Selayar.

    BMKG bersama pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Warga juga diminta menghindari berteduh di bawah baliho besar atau pohon yang kondisinya sudah rapuh saat angin kencang melanda. (*)

    Additional JS
    skyscraper banner 160 x 600
    skyscraper banner 160 x 600